Marga Sinaga: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usul Keturunan Raja Lontung
Panduan lengkap memahami identitas, silsilah, dan persebaran salah satu marga terbesar dalam suku Batak.
Asal-Usul Marga Sinaga
Marga Sinaga adalah salah satu marga tertua dan terbesar dalam suku Batak. Secara silsilah (Tarombo), Sinaga merupakan putra sulung dari Raja Lontung dan ibunya Si Boru Pareme. Raja Lontung sendiri adalah keturunan dari Saribu Raja, cucu dari Guru Tatea Bulan (putra Si Raja Batak).
Marga ini memiliki akar sejarah yang kuat di Uruk Pandiangan, Pulau Samosir, sebelum akhirnya menyebar luas ke daerah Simalungun dan wilayah Nusantara lainnya.
Silsilah Sinaga (Sinaga Toba)
Dalam tradisi Batak Toba, keturunan Sinaga dari Raja Lontung dikenal dengan sebutan Sinaga Bonor. Marga Sinaga terbagi menjadi tiga kelompok besar (Ompu), yang sering disebut sebagai:
- Sinaga Bonor: Keturunan yang menetap atau berasal dari tanah asal di Samosir.
- Sinaga Ratus: Kelompok keturunan yang memiliki sejarah kepemimpinan yang kuat.
- Sinaga Uruk: Keturunan yang mendiami daerah perbukitan/tinggi di Samosir.
Marga Sinaga di Simalungun
Selain di Toba, marga Sinaga merupakan salah satu dari empat marga utama (Catur Sagala) di Simalungun, yang dikenal dengan sebutan Sinaga 20 (Sinaga Duapulu). Di Simalungun, Sinaga memiliki sejarah kerajaan sendiri (Kerajaan Tanah Jawa) dan terbagi menjadi beberapa cabang seperti:
| Cabang Marga Sinaga (Simalungun) | Wilayah/Karakteristik |
|---|---|
| Sinaga Porti | Keturunan bangsawan di daerah Simalungun |
| Sinaga Dadihoyong | Keluarga kerajaan Tanah Jawa |
| Sinaga Siboro | Hubungan erat dengan marga Siboro |
Filosofi dan Karakter Marga Sinaga
Secara etimologi, "Si" adalah kata sandang dan "Naga" melambangkan kekuatan, kemuliaan, dan kebijaksanaan. Keturunan marga Sinaga secara turun-temurun dikenal sebagai pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan (leader), ulet, dan memiliki solidaritas kekeluargaan yang sangat tinggi (sisada anak, sisada boru).
Hubungan Persaudaraan (Toga Lontung)
Sebagai putra sulung Raja Lontung, Sinaga adalah abang tertua dari marga-marga berikut:
- Sinaga (Siakkangan/Sulung)
- Situmorang
- Pandiangan
- Nainggolan
- Simatupang
- Aritonang
- Siregar
Karena hubungan saudara kandung ini, dalam adat Batak Toba yang ketat, marga-marga di atas dilarang untuk saling menikahi.