Jelajahi Keluarga

Temukan keluarga-keluarga dengan sejarah dan warisan budaya yang kaya

Keluarga

52

Anggota

141

Views

4.581

Semua Keluarga

52 ditemukan

RB
Publik

RAJA BATAK

Si Raja Batak: Sejarah, Asal-Usul, dan Silsilah Leluhur Suku Batak

Si Raja Batak: Mengenal Sosok Leluhur Pertama Bangsa Batak (Tarombo Batak)

Menelusuri akar sejarah, legenda, dan silsilah agung dari puncak tertinggi budaya Batak.

Asal-Usul Si Raja Batak

Si Raja Batak dipercaya sebagai nenek moyang pertama yang menurunkan seluruh sub-suku Batak (Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola, dan Mandailing). Menurut legenda dan penuturan lisan (Turiturian), Si Raja Batak pertama kali menetap di sebuah desa bernama Sianjur Mulamula, yang terletak di kaki gunung Pusuk Buhit, di pesisir Danau Toba, Sumatera Utara.

Bagi masyarakat Batak, Si Raja Batak bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan simbol persatuan dan identitas budaya yang sangat sakral.

Silsilah (Tarombo) Awal

Dari Si Raja Batak, lahir dua putra utama yang menjadi cikal bakal ribuan marga Batak yang ada saat ini. Berdasarkan Tarombo, kedua putra tersebut adalah:

  • Guru Tatea Bulan: Menurunkan marga-marga yang dikenal kuat dalam bidang spiritual dan adat.
  • Raja Isumbaon: Menurunkan marga-marga yang dikenal sebagai pemimpin pemerintahan dan struktur sosial.

Dari kedua keturunan inilah lahir tokoh-tokoh besar seperti Toga Laut, Toga Raja, hingga akhirnya sampai kepada silsilah Toga Naipospos dan marga-marga lainnya.

Pusuk Buhit: Gunung Suci Bangsa Batak

Gunung Pusuk Buhit di Samosir diyakini sebagai tempat turunnya Si Raja Batak. Hingga kini, tempat ini dianggap suci dan sering dikunjungi oleh para keturunan Batak untuk melakukan ritual penghormatan atau sekadar mengenang sejarah leluhur.

Warisan Budaya Si Raja Batak

Si Raja Batak mewariskan nilai-nilai filosofis yang mendalam, antara lain:

  • Habatahon: Jati diri dan kehormatan sebagai orang Batak.
  • Tarombo: Pentingnya menjaga silsilah agar tidak kehilangan akar sejarah.
  • Poda: Nasihat-nasihat bijak bagi generasi penerus.

Lihat Tarombo Raja Batak

Untuk melihat tarombo Raja Batak atau silsilah Raja Batak secara lengkap dan visual, Anda dapat mengunjungi tautan berikut:

๐Ÿ‘‰ Lihat Tarombo Raja Batak di Partarombo.com

Informasi ini disusun berdasarkan berbagai sumber sejarah lisan, buku Tarombo, dan tradisi turun-temurun. Dikarenakan luasnya keturunan Raja Batak, versi silsilah dapat berbeda di beberapa daerah. Kami sangat menghargai koreksi dan tambahan informasi untuk memperkaya catatan sejarah ini.

24
871
partarombo
19 Des
TM
Publik

TOGA MARBUN

Marga Marbun: Sejarah Lengkap, Silsilah Tarombo, dan Hubungan Adat

Marga Marbun: Sejarah, Silsilah, dan Warisan Keturunan Raja Naipospos

Panduan lengkap mengenai asal-usul, penyebaran geografi, dan hukum adat Marga Marbun.

Pengantar Marga Marbun

Marga Marbun adalah salah satu marga besar dalam suku Batak Toba yang termasuk dalam rumpun keturunan Raja Naipospos. Marbun merupakan anak bungsu Raja Naipospos dari istri kedua, Boru Pasaribu. Keturunan Marbun dikenal memiliki penyebaran luas, hubungan adat yang kuat, dan beberapa cabang marga yang berkembang menjadi identitas masing-masing.

Asal-usul dan Silsilah Naipospos

Raja Naipospos mempunyai lima putera yang menjadi cikal bakal marga-marga besar: Donda Hopol (Sibagariang), Donda Ujung (Hutauruk), Ujung Tinumpak (Simanungkalit), Jamita Mangaraja (Situmeang), dan Marbun sebagai putra bungsu.

Garis keturunan Marbun kemudian berkembang dan terbagi menjadi beberapa cabang utama yang dikenal hingga saat ini, yaitu:

  • Marbun Lumban Batu
  • Marbun Banjar Nahor
  • Marbun Lumban Gaol

Geografi Awal dan Penyebaran

Leluhur Marbun awalnya bermukim di daerah Bakkara, sebuah wilayah yang dikenal sebagai pusat sejarah dan peradaban Batak. Dari daerah ini, keturunan Marbun menyebar ke berbagai wilayah lain, antara lain:

  • Dataran tinggi Humbang (Dolok Sanggul dan sekitarnya)
  • Tapanuli Utara
  • Sibolga
  • Sumatera Timur

Hubungan Adat dan Padan

Marga Marbun memiliki hubungan adat yang sangat kuat dan sakral yang dikenal sebagai Padan dengan Marga Sihotang. Padan ini berisi ikatan janji leluhur yang melarang pernikahan antar keturunan Marbun dan Sihotang sebagai bentuk penghormatan dan persaudaraan adat.

Polemik Silsilah dan Versi Alternatif

Dalam tradisi Batak, terdapat beberapa versi mengenai urutan kelahiran putera Raja Naipospos. Meski demikian, posisi Marga Marbun sebagai bagian dari rumpun besar Naipospos telah diterima secara luas oleh komunitas adat Batak Toba.

Peranan Keturunan Marbun

Keturunan Marbun dikenal aktif dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari kepemimpinan adat, pendidikan, pelayanan gereja, hingga peran sosial di masyarakat. Nilai kebersamaan dan penghormatan adat tetap dijaga dari generasi ke generasi.

Lihat Tarombo Marbun

Untuk memahami tarombo Marbun atau silsilah Marga Marbun secara lebih lengkap dan visual, Anda dapat mengunjungi tautan berikut:

๐Ÿ‘‰ Lihat Tarombo Marbun di Partarombo.com

Sumber Tradisi

Sejarah dan Tarombo Marbun ini dihimpun berdasarkan:

  • Tarombo keluarga (silsilah tertulis)
  • Tradisi lisan para tetua adat
  • Catatan komunitas Naipospos
  • Dokumentasi sejarah Batak modern

Catatan: Informasi ini disusun dari berbagai sumber sejarah dan tradisi lisan. Karena luasnya keturunan Marga Marbun, perbedaan versi silsilah dapat terjadi di beberapa wilayah. Masukan dan koreksi sangat dihargai demi pelestarian sejarah Batak.

4
859
partarombo
11 Nov
RN
Publik

RAJA NAIPOSPOS

Toga Naipospos: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan 5 Putra Pemersatu

Toga Naipospos: Sejarah Lengkap, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usul Marga

Mengenal sosok leluhur agung yang menurunkan marga-marga besar di tanah Batak Toba.

Siapakah Toga Naipospos?

Toga Naipospos adalah salah satu tokoh penting dalam silsilah suku Batak Toba. Beliau dikenal sebagai leluhur yang menurunkan lima putra yang kemudian berkembang menjadi marga-marga besar yang kita kenal saat ini. Pusat sejarah dan pemerintahan adat Toga Naipospos berada di Sipoholon, Tapanuli Utara.

Nama "Naipospos" sendiri merujuk pada identitas kesatuan keturunan yang memegang teguh janji setia (Padan) untuk tetap bersatu meskipun telah berkembang menjadi banyak marga.

Silsilah 5 Putra Toga Naipospos

Berdasarkan penuturan Tarombo yang diyakini secara turun-temurun, Toga Naipospos memiliki lima orang putra dari dua istri. Kelima putra inilah yang menjadi cikal bakal marga-marga Naipospos:

  1. Sibagariang: Putra sulung, pembawa hak kesulungan.
  2. Hutauruk: Putra kedua, pendiri komunitas besar di Sipoholon.
  3. Simanungkalit: Putra ketiga yang dikenal teguh memegang adat.
  4. Situmeang: Putra keempat yang memiliki persebaran keturunan yang luas.
  5. Marbun: Putra bungsu (memiliki 3 sub-marga: Lumban Batu, Banjar Nahor, dan Lumban Gaol).

Bona Pasogit: Sipoholon

Wilayah Sipoholon di Tapanuli Utara diakui sebagai Bona Pasogit atau kampung halaman asal bagi seluruh keturunan Toga Naipospos. Di tempat ini terdapat berbagai peninggalan sejarah dan tugu peringatan yang menjadi simbol persatuan bagi para keturunannya yang kini tersebar di seluruh dunia.

Hukum Adat dan Padan (Sumpah Setia)

Salah satu keunikan keturunan Toga Naipospos adalah adanya Padan atau sumpah setia antar saudara. Berdasarkan hukum adat ini:

  • Seluruh keturunan dari kelima putra Naipospos dilarang untuk saling menikahi (Subang/Pantang).
  • Mereka dianggap sebagai saudara kandung satu darah (sisada anak, sisada boru).
  • Menjaga solidaritas dan saling menolong dalam suka maupun duka.
3
290
partarombo
17 Nov
B
Publik

BANJARNAHOR

Marga Banjar Nahor: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Marbun Naipospos

Marga Banjar Nahor: Sejarah, Tarombo, dan Bagian dari Marbun Bersaudara

Menelusuri jejak sejarah dan identitas Marga Banjar Nahor dalam sistem kekerabatan Batak Toba.

Mengenal Marga Banjar Nahor

Banjar Nahor adalah salah satu marga dalam suku Batak Toba yang merupakan keturunan dari Marbun. Dalam silsilah keluarga Marbun, Banjar Nahor adalah putra kedua, berada di antara abangnya, Lumban Batu, dan adiknya, Lumban Gaol.

Keturunan Banjar Nahor dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi persaudaraan dan memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan tanah kelahirannya di wilayah Sipoholon dan Bakara.

Banjar Nahor dalam Silsilah Marbun

Marga Marbun menurunkan tiga sub-marga yang sering disebut sebagai Marbun Bersaudara. Meskipun secara administrasi sering tertulis sebagai marga yang berdiri sendiri, ketiganya adalah satu kesatuan adat:

  • Lumban Batu (Anak Pertama)
  • Banjar Nahor (Anak Kedua)
  • Lumban Gaol (Anak Ketiga)

Di banyak daerah perantauan, keturunan Banjar Nahor bersama saudara-saudaranya berkumpul dalam organisasi Punguan Marbun Indonesia untuk melestarikan tradisi dan mempererat silaturahmi.

Hubungan dengan Toga Naipospos

Sebagai bagian dari keluarga besar Marbun, marga Banjar Nahor merupakan cucu dari Toga Naipospos. Sesuai urutan silsilah, Banjar Nahor memiliki hubungan saudara kandung dengan marga-marga berikut:

  1. Sibagariang
  2. Hutauruk
  3. Simanungkalit
  4. Situmeang
  5. Marbun (Banjar Nahor)

Karena status mereka sebagai satu keturunan langsung (sisada anak, sisada boru), berlaku hukum adat Batak yang melarang pernikahan antar marga dalam lingkaran Naipospos ini.

Penyebaran dan Kontribusi

Bona Pasogit utama marga Banjar Nahor berada di Sipoholon, Tapanuli Utara. Namun, banyak keturunan marga ini yang sukses di tanah rantau, mulai dari bidang hukum, akademisi, hingga pemerintahan. Karakter Banjar Nahor sering diidentikkan dengan kecerdasan dalam berdiplomasi dan kesetiaan terhadap kawan.

Informasi ini disusun berdasarkan berbagai sumber sejarah lisan, buku Tarombo, dan tradisi turun-temurun. Dikarenakan luasnya keturunan marga banjarnahor, versi silsilah mungkin berbeda di beberapa daerah. Kami sangat menghargai koreksi dan tambahan informasi untuk memperkaya catatan sejarah ini.

3
249
partarombo
11 Nov
S
Publik

SIMANUNGKALIT

Marga Simanungkalit: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Toga Naipospos

Marga Simanungkalit: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Warisan Leluhur Naipospos

Mengenal lebih dekat identitas dan silsilah Marga Simanungkalit dari tanah Sipoholon.

Asal-Usul Marga Simanungkalit

Simanungkalit adalah salah satu marga dari suku Batak Toba yang berasal dari daerah Sipoholon, Tapanuli Utara. Marga ini merupakan keturunan dari Ompu Raja Partano, yang merupakan putra ketiga dari Toga Naipospos.

Dalam sejarahnya, keturunan Simanungkalit dikenal sebagai masyarakat yang teguh memegang prinsip adat dan memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan tanah kelahirannya di Sipoholon, meskipun kini telah tersebar luas di seluruh dunia.

Posisi Simanungkalit dalam Tarombo Naipospos

Berdasarkan urutan kelahiran (Tarombo), Simanungkalit berada di tengah-tengah lima bersaudara putra Naipospos. Berikut adalah urutan persaudaraannya:

  1. Sibagariang
  2. Hutauruk
  3. Simanungkalit (Putra Ketiga)
  4. Situmeang
  5. Marbun (Lumban Batu, Banjar Nahor, Lumban Gaol)

Hubungan kelima marga ini diikat oleh janji suci (Padan) yang diletakkan oleh leluhur mereka, sehingga mereka tetap bersatu dan dilarang untuk saling menikahi karena dianggap sebagai saudara kandung (sisada anak, sisada boru).

Bona Pasogit: Sipoholon

Sama seperti saudara-saudaranya dalam keturunan Naipospos, Bona Pasogit atau kampung halaman asli marga Simanungkalit adalah Sipoholon. Daerah ini menjadi simbol sejarah di mana tugu-tugu peringatan leluhur berdiri sebagai pengingat akan asal-usul dan jati diri keturunan Simanungkalit.

1
204
partarombo
17 Nov
LG
Publik

LUMBAN GAOL

Marga Lumban Gaol: Sejarah, Silsilah Marbun, dan Keturunan Naipospos

Marga Lumban Gaol: Sejarah, Tarombo, dan Bagian dari Keluarga Besar Marbun

Mengenal identitas dan silsilah Marga Lumban Gaol dalam struktur adat Batak Toba.

Asal-Usul Marga Lumban Gaol

Lumban Gaol adalah salah satu marga dalam suku Batak Toba yang merupakan keturunan dari Marbun. Dalam urutan silsilah Toga Naipospos, Marbun adalah putra bungsu dari lima bersaudara. Marga Lumban Gaol sendiri berasal dari nama salah satu putra Marbun yang menetap dan berkembang di wilayah tersebut.

Secara historis, marga ini memiliki kaitan erat dengan wilayah Bakara dan Sipoholon, namun kini telah menyebar luas ke seluruh pelosok Nusantara.

Lumban Gaol dalam Silsilah Marbun

Marga Marbun memiliki tiga orang putra yang kemudian menjadi nama marga (sub-marga). Lumban Gaol merupakan putra ketiga (bungsu) dari Marbun. Berikut adalah urutannya:

  1. Lumban Batu
  2. Banjar Nahor
  3. Lumban Gaol

Ketiga marga ini sering disebut sebagai Marbun Bersaudara. Dalam adat, ketiganya dianggap satu darah dan memiliki ikatan persaudaraan yang tidak terpisahkan.

Hubungan dengan Toga Naipospos

Sebagai bagian dari keturunan Marbun, marga Lumban Gaol secara otomatis merupakan bagian dari keluarga besar Toga Naipospos. Berikut adalah urutan persaudaraannya dengan marga lain:

  • Sibagariang (Abang tertua)
  • Hutauruk
  • Simanungkalit
  • Situmeang
  • Marbun (Lumban Gaol)

Sesuai dengan hukum adat Dalihan Na Tolu dan janji leluhur (Padan), marga Lumban Gaol dilarang menikah dengan marga-marga keturunan Naipospos lainnya karena status mereka adalah saudara kandung.

Informasi ini disusun berdasarkan berbagai sumber sejarah lisan, buku Tarombo, dan tradisi turun-temurun. Dikarenakan luasnya keturunan marga lumban gaol, versi silsilah mungkin berbeda di beberapa daerah. Kami sangat menghargai koreksi dan tambahan informasi untuk memperkaya catatan sejarah ini.

1
188
partarombo
11 Nov
S
Publik

SITUMEANG

Marga Situmeang: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usulnya

Marga Situmeang: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usul Keturunan Naipospos

Mengenal lebih dalam identitas salah satu marga besar dalam suku Batak Toba.

Asal-Usul Marga Situmeang

Situmeang adalah salah satu marga dari suku Batak Toba yang berasal dari daerah Sipoholon, Tapanuli Utara. Marga ini merupakan keturunan dari Ompu Raja Ishak, yang lebih dikenal dengan gelar Jamita Mada.

Dalam struktur adat Batak, Situmeang adalah bagian dari kelompok besar keturunan Toga Naipospos. Bersama saudara-saudaranya yang lain, marga ini menjaga tradisi persaudaraan yang sangat kuat hingga saat ini.

Silsilah (Tarombo) dan Saudara Serumah

Berdasarkan silsilah atau Tarombo, Situmeang merupakan putra keempat dari Naipospos. Berikut adalah urutan persaudaraan marga Situmeang dalam lingkup Naipospos:

  • Sibagariang
  • Hutauruk
  • Simanungkalit
  • Situmeang
  • Marbun (Lumban Batu, Banjar Nahor, Lumban Gaol)

Karena ikatan darah yang sangat dekat, secara hukum adat Batak, marga Situmeang dilarang (subang) melakukan pernikahan dengan marga-marga yang masih dalam satu garis keturunan Naipospos tersebut.

Bona Pasogit: Sipoholon

Tanah kelahiran atau Bona Pasogit marga Situmeang terletak di Sipoholon, sebuah wilayah yang subur di Tapanuli Utara yang juga terkenal dengan pemandian air panas alaminya. Meskipun kini keturunan Situmeang telah merantau ke seluruh penjuru dunia, ikatan batin terhadap Sipoholon tetap terjaga melalui berbagai organisasi marga.

Kesimpulan: Marga Situmeang adalah bagian integral dari identitas suku Batak Toba yang memegang teguh nilai persaudaraan dan sejarah leluhur Naipospos.


1
180
partarombo
17 Nov
S
Publik

SIBAGARIANG

Marga Sibagariang: Sejarah, Tarombo, dan Putra Sulung Naipospos

Marga Sibagariang: Sejarah, Tarombo, dan Peran sebagai Anak Sulung Toga Naipospos

Menelusuri warisan dan jati diri marga tertua dalam silsilah Toga Naipospos.

Asal-Usul Marga Sibagariang

Sibagariang adalah salah satu marga dalam suku Batak Toba yang mendiami wilayah Sipoholon, Tapanuli Utara. Marga ini memegang posisi istimewa dalam struktur silsilah karena merupakan keturunan dari putra sulung Toga Naipospos.

Leluhur marga ini dikenal dengan nama Ompu Raja Hutagariang. Sebagai anak pertama, marga Sibagariang sering kali dianggap sebagai "pengayom" dalam urusan adat di lingkungan keluarga besar Naipospos.

Posisi dalam Tarombo Naipospos

Dalam sistem kekerabatan Batak, urutan kelahiran sangat menentukan posisi adat. Sibagariang adalah yang tertua dari lima bersaudara putra Naipospos:

  • Sibagariang (Siakkangan/Sulung)
  • Hutauruk
  • Simanungkalit
  • Situmeang
  • Marbun

Karena hubungan darah yang sangat dekat sebagai saudara sekandung (sisada ama, sisada ina), keturunan Sibagariang memiliki ikatan Padan yang kuat dengan keempat marga adiknya, sehingga tidak diperbolehkan untuk saling menikahi.

Identitas dan Karakter Marga

Meskipun jumlah populasi marga Sibagariang mungkin tidak sebanyak beberapa marga adiknya, namun eksistensi mereka sangat dihormati, terutama dalam upacara adat yang melibatkan seluruh keturunan Naipospos. Di daerah Sipoholon, jejak sejarah Sibagariang terjaga dengan baik melalui peninggalan-peninggalan sejarah dan penuturan lisan para orang tua.

Bona Pasogit: Pusat Sejarah di Sipoholon

Sama seperti saudara-saudaranya, Bona Pasogit (kampung halaman) marga Sibagariang berpusat di Sipoholon. Wilayah ini menjadi titik kumpul utama dalam acara-acara besar, seperti peresmian tugu atau pesta bona taon yang memperkuat solidaritas antar generasi.


Kesimpulan: Marga Sibagariang membawa martabat sebagai putra sulung dalam keluarga besar Naipospos, menjaga tradisi Batak dengan teguh di bawah panji persaudaraan yang rukun.

1
155
partarombo
17 Nov
H
Publik

HUTAURUK

Marga Hutauruk: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Toga Naipospos

Marga Hutauruk: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Warisan Toga Naipospos

Menelusuri jejak langkah dan identitas salah satu marga terkemuka dalam suku Batak Toba.

Asal-Usul Marga Hutauruk

Hutauruk adalah marga dari suku Batak Toba yang secara historis berasal dari Sipoholon, Tapanuli Utara. Marga ini merupakan keturunan dari Ompu Raja Pontas, yang merupakan putra dari Toga Naipospos.

Marga Hutauruk dikenal memiliki sejarah yang kaya akan kepemimpinan dan kemandirian di tanah asalnya, yang hingga kini terus dijaga oleh para keturunannya di perantauan.

Posisi Hutauruk dalam Tarombo Naipospos

Dalam silsilah (Tarombo) besar Naipospos, Hutauruk menempati urutan sebagai putra kedua. Berdasarkan tradisi turun-temurun, Hutauruk bersaudara kandung dengan:

  1. Sibagariang (Putra sulung)
  2. Hutauruk
  3. Simanungkalit
  4. Situmeang
  5. Marbun
Penting: Sebagai bagian dari keturunan Naipospos, marga Hutauruk dilarang keras untuk menikah dengan marga saudara (Sibagariang, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun) karena dianggap sebagai saudara kandung (sisada anak, sisada boru).

Bona Pasogit dan Identitas Budaya

Pusat sejarah atau Bona Pasogit marga Hutauruk berada di wilayah Sipoholon. Wilayah ini bukan hanya sekadar tempat asal, tetapi juga simbol persatuan bagi seluruh keluarga besar Hutauruk di manapun mereka berada.

Marga Hutauruk juga dikenal aktif dalam organisasi kekeluargaan yang disebut Punguan, yang bertujuan untuk melestarikan adat istiadat dan saling membantu antar sesama anggota marga.


Kesimpulan: Marga Hutauruk adalah simbol kekuatan dan persaudaraan dalam masyarakat Batak Toba, menjaga warisan leluhur Naipospos dengan integritas tinggi.

1
153
partarombo
17 Nov
LB
Publik

LUMBAN BATU

Marga Lumban Batu: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Marbun Naipospos

Marga Lumban Batu: Sejarah, Tarombo, dan Peran sebagai Putra Sulung Marbun

Menelusuri warisan sejarah dan jati diri marga Lumban Batu dalam silsilah Batak Toba.

Siapakah Marga Lumban Batu?

Lumban Batu adalah salah satu marga dari suku Batak Toba yang merupakan bagian dari keluarga besar Marbun. Dalam struktur silsilah, Lumban Batu adalah putra pertama (siakkangan) dari tiga bersaudara keturunan Marbun.

Marga ini memiliki sejarah panjang yang berakar di wilayah Bakara dan Sipoholon. Sebagai putra sulung dalam keluarga Marbun, keturunan Lumban Batu sering kali dihormati sebagai pengayom dalam urusan adat internal Marbun.

Silsilah (Tarombo) Marbun Bersaudara

Keturunan Marbun terbagi menjadi tiga sub-marga utama. Meskipun mereka menggunakan nama marga yang berbeda, ketiganya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Berikut adalah urutannya:

  • Lumban Batu (Putra Sulung)
  • Banjar Nahor
  • Lumban Gaol

Hingga saat ini, persatuan antara ketiga marga ini sangat kuat, yang sering diwadahi dalam organisasi Punguan Marbun.

Posisi dalam Keturunan Toga Naipospos

Marbun (ayah dari Lumban Batu) adalah putra bungsu dari Toga Naipospos. Oleh karena itu, marga Lumban Batu memiliki hubungan persaudaraan yang sangat erat (sisada anak, sisada boru) dengan marga-marga berikut:

  1. Sibagariang
  2. Hutauruk
  3. Simanungkalit
  4. Situmeang
  5. Marbun (Lumban Batu, Banjar Nahor, Lumban Gaol)
Aturan Adat: Karena hubungan darah ini, marga Lumban Batu dilarang melakukan pernikahan dengan marga-marga di atas karena dianggap sebagai saudara kandung satu leluhur.

Penyebaran dan Bona Pasogit

Asal-usul atau Bona Pasogit marga Lumban Batu berada di Sipoholon dan Bakara. Namun, seiring berjalannya waktu, keturunan Lumban Batu telah merantau ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke daerah Humbang Hasundutan dan sekitarnya. Karakter marga ini dikenal ulet, berpendidikan, dan memegang teguh nilai-nilai kekeluargaan.

Informasi ini disusun berdasarkan berbagai sumber sejarah lisan, buku Tarombo, dan tradisi turun-temurun. Dikarenakan luasnya keturunan marga lumban batu, versi silsilah mungkin berbeda di beberapa daerah. Kami sangat menghargai koreksi dan tambahan informasi untuk memperkaya catatan sejarah ini.

1
148
partarombo
11 Nov
OS
Publik

OP. SITAPAYAM

Belum ada deskripsi

13
88
partarombo
14 Nov
PC
Privat

Pa Candra Marbun

Keluarga privat

3
57
parlindungan marbun
11 Nov
TS
Publik

Togar silalahi's Family

Default family group
0
56
Togar silalahi
12 Nov
S
Publik

SINAGA

Marga Sinaga: Sejarah Lengkap, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usulnya

Marga Sinaga: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usul Keturunan Raja Lontung

Panduan lengkap memahami identitas, silsilah, dan persebaran salah satu marga terbesar dalam suku Batak.

Asal-Usul Marga Sinaga

Marga Sinaga adalah salah satu marga tertua dan terbesar dalam suku Batak. Secara silsilah (Tarombo), Sinaga merupakan putra sulung dari Raja Lontung dan ibunya Si Boru Pareme. Raja Lontung sendiri adalah keturunan dari Saribu Raja, cucu dari Guru Tatea Bulan (putra Si Raja Batak).

Marga ini memiliki akar sejarah yang kuat di Uruk Pandiangan, Pulau Samosir, sebelum akhirnya menyebar luas ke daerah Simalungun dan wilayah Nusantara lainnya.

Silsilah Sinaga (Sinaga Toba)

Dalam tradisi Batak Toba, keturunan Sinaga dari Raja Lontung dikenal dengan sebutan Sinaga Bonor. Marga Sinaga terbagi menjadi tiga kelompok besar (Ompu), yang sering disebut sebagai:

  • Sinaga Bonor: Keturunan yang menetap atau berasal dari tanah asal di Samosir.
  • Sinaga Ratus: Kelompok keturunan yang memiliki sejarah kepemimpinan yang kuat.
  • Sinaga Uruk: Keturunan yang mendiami daerah perbukitan/tinggi di Samosir.

Marga Sinaga di Simalungun

Selain di Toba, marga Sinaga merupakan salah satu dari empat marga utama (Catur Sagala) di Simalungun, yang dikenal dengan sebutan Sinaga 20 (Sinaga Duapulu). Di Simalungun, Sinaga memiliki sejarah kerajaan sendiri (Kerajaan Tanah Jawa) dan terbagi menjadi beberapa cabang seperti:

Cabang Marga Sinaga (Simalungun) Wilayah/Karakteristik
Sinaga Porti Keturunan bangsawan di daerah Simalungun
Sinaga Dadihoyong Keluarga kerajaan Tanah Jawa
Sinaga Siboro Hubungan erat dengan marga Siboro

Filosofi dan Karakter Marga Sinaga

Secara etimologi, "Si" adalah kata sandang dan "Naga" melambangkan kekuatan, kemuliaan, dan kebijaksanaan. Keturunan marga Sinaga secara turun-temurun dikenal sebagai pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan (leader), ulet, dan memiliki solidaritas kekeluargaan yang sangat tinggi (sisada anak, sisada boru).

Hubungan Persaudaraan (Toga Lontung)

Sebagai putra sulung Raja Lontung, Sinaga adalah abang tertua dari marga-marga berikut:

  1. Sinaga (Siakkangan/Sulung)
  2. Situmorang
  3. Pandiangan
  4. Nainggolan
  5. Simatupang
  6. Aritonang
  7. Siregar

Karena hubungan saudara kandung ini, dalam adat Batak Toba yang ketat, marga-marga di atas dilarang untuk saling menikahi.

1
47
partarombo
22 Des
OG
Publik

OP. GR. PARBOTIHAN

Belum ada deskripsi

6
44
partarombo
14 Nov
OS
Publik

OP. SOBO

Belum ada deskripsi

5
44
partarombo
14 Nov
A
Publik

ADMIN

ADMIN
0
43
partarombo
12 Nov
OS
Publik

OP. SOKKAL

Belum ada deskripsi

8
43
partarombo
14 Nov
A
Publik

ARITONANG

Marga Aritonang: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Raja Lontung

Marga Aritonang: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Tiga Pilar Keturunannya

Menelusuri warisan sejarah Marga Aritonang: Ompusunggu, Rajagukguk, dan Simaremare.

Asal-Usul Marga Aritonang

Marga Aritonang adalah putra keenam dari Raja Lontung dan ibunya Si Boru Pareme. Nama Aritonang merujuk pada sosok leluhur yang membangun komunitas besar di wilayah Muara, Tapanuli Utara. Daerah ini hingga kini diakui sebagai Bona Pasogit atau tanah asal seluruh keturunan Aritonang.

Aritonang dikenal sebagai marga yang memiliki solidaritas tinggi. Meskipun keturunannya kini menggunakan tiga marga yang berbeda, mereka tetap mengakui satu identitas sebagai keluarga besar Aritonang.

Silsilah Aritonang: Tiga Keturunan Utama

Leluhur Aritonang memiliki tiga orang putra yang kemudian menjadi cikal bakal marga-marga yang kita kenal saat ini. Ketiganya adalah:

  • Ompusunggu: Putra sulung, yang keturunannya menggunakan marga Ompusunggu atau tetap menggunakan marga Aritonang.
  • Rajagukguk: Putra kedua, yang keturunannya menggunakan marga Rajagukguk atau Aritonang.
  • Simaremare: Putra bungsu, yang keturunannya menggunakan marga Simaremare atau Aritonang.

Ketiga marga ini hidup berdampingan secara harmonis di wilayah Muara, dan tugu kebesaran mereka berdiri megah di sana sebagai simbol persatuan keturunan Aritonang.

Posisi Aritonang dalam Toga Lontung

Dalam urutan persaudaraan "Lontung Si Walu Ama" (Delapan Putra Lontung), Aritonang berada di posisi keenam. Berikut urutan persaudaraan kandungnya:

  1. Sinaga
  2. Situmorang
  3. Pandiangan
  4. Nainggolan
  5. Simatupang
  6. Aritonang
  7. Siregar

Karakteristik dan Kontribusi

Keturunan marga Aritonang dikenal sebagai pribadi yang ulet, memiliki suara yang merdu (banyak musisi Batak berasal dari marga ini), serta memiliki keteguhan hati dalam mempertahankan prinsip. Di perantauan, mereka sangat aktif dalam kegiatan sosial melalui organisasi Punguan Aritonang.

Informasi ini dihimpun dari berbagai sumber sejarah lisan dan catatan Tarombo Batak. Perlu diperhatikan bahwa setiap daerah atau keluarga mungkin memiliki versi silsilah yang sedikit berbeda. Jika terdapat informasi yang kurang akurat, mohon masukan dan koreksinya untuk melengkapi sejarah ini.

1
42
partarombo
22 Des
P
Publik

PANUJU

Belum ada deskripsi

4
41
partarombo
14 Nov
OR
Publik

OP. RAJA DIAM

Keluarga Op Raja Diam
5
38
partarombo
14 Nov
RI
Publik

RAJA INGAN

Belum ada deskripsi

6
38
partarombo
14 Nov
BR
Publik

BADIA RAJA

Belum ada deskripsi

4
38
partarombo
17 Nov
RU
Publik

RAJA ULANG BANA

Belum ada deskripsi

5
36
partarombo
17 Nov
RN
Publik

RAJA NIAPUL

Belum ada deskripsi

4
35
partarombo
17 Nov
PB
Publik

PANDE BOSI

Belum ada deskripsi

4
34
partarombo
17 Nov
S
Publik

SIMATUPANG

Marga Simatupang: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Raja Lontung

Marga Simatupang: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Persaudaraan dari Muara

Menelusuri akar sejarah Marga Simatupang dan tiga putra utamanya: Togatorop, Sianturi, dan Siburian.

Asal-Usul Marga Simatupang

Marga Simatupang adalah putra kelima dari Raja Lontung dan ibunya Si Boru Pareme. Secara historis, pusat persebaran dan tanah asal (Bona Pasogit) marga Simatupang berada di daerah Muara, Tapanuli Utara, sebuah wilayah yang indah di pinggiran Danau Toba.

Simatupang dikenal memiliki tiga orang putra yang kemudian berkembang menjadi marga-marga besar yang berdiri sendiri namun tetap mengakui satu kesatuan dalam nama Simatupang.

Silsilah Simatupang: Tiga Keturunan Utama

Dalam silsilah Batak, keturunan Simatupang sering disebut sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ketiga putra Simatupang tersebut adalah:

  • Togatorop: Putra sulung, yang tetap menggunakan marga Togatorop atau Simatupang.
  • Sianturi: Putra kedua, yang menetap dan berkembang pesat di wilayah Muara dan sekitarnya.
  • Siburian: Putra bungsu, yang juga membentuk komunitas besar di wilayah Tapanuli Utara.

Ketiga marga ini dikenal sangat kompak dan memiliki ikatan persaudaraan yang sangat kuat, baik di kampung halaman maupun di perantauan.

Posisi Simatupang dalam Toga Lontung

Sebagai bagian dari "Lontung Si Walu Ama", Simatupang menempati urutan kelima. Berikut adalah urutan persaudaraan kandungnya:

  1. Sinaga
  2. Situmorang
  3. Pandiangan
  4. Nainggolan
  5. Simatupang
  6. Aritonang
  7. Siregar

Identitas dan Karakteristik

Keturunan marga Simatupang (Togatorop, Sianturi, Siburian) secara umum dikenal memiliki semangat juang yang tinggi, kecerdasan intelektual, serta kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Nama besar seperti **T.B. Simatupang** menjadi salah satu bukti nyata reputasi marga ini di tingkat nasional.

Informasi ini disusun dari berbagai sumber literatur Tarombo dan sejarah lisan suku Batak. Perlu dipahami bahwa terdapat berbagai versi dalam penulisan sejarah marga. Jika ditemukan kesalahan data atau silsilah, kami sangat mengharapkan koreksi untuk perbaikan informasi ini.

1
33
partarombo
22 Des
OR
Publik

OP. RJ. HUTAN

Belum ada deskripsi

1
31
partarombo
14 Nov
N
Publik

NAINGGOLAN

Marga Nainggolan: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Raja Lontung

Marga Nainggolan: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Warisan Leluhur dari Pulau Samosir

Menelusuri akar sejarah dan garis keturunan Marga Nainggolan sebagai bagian penting dari Toga Lontung.

Asal-Usul Marga Nainggolan

Marga Nainggolan adalah putra keempat dari Raja Lontung dan ibunya Si Boru Pareme. Nama Nainggolan kini abadi menjadi nama sebuah daerah di Pulau Samosir, yang merupakan Bona Pasogit atau tanah asal dari seluruh keturunan marga ini.

Dalam sejarahnya, Nainggolan dikenal memiliki dua putra utama yang kemudian menjadi cikal bakal pembagian sub-marga yang lebih besar di kemudian hari. Kepemimpinan dan pengaruh marga ini sangat terasa di pesisir selatan Pulau Samosir.

Silsilah dan Pembagian Sub-Marga

Keturunan Naipospos dari garis Nainggolan terbagi menjadi beberapa kelompok besar. Secara umum, dari leluhur Nainggolan lahir keturunan yang kini memakai marga-marga berikut:

  • Parhusip
  • Lumban Siantar
  • Lumban Tungkup
  • Lumban Raja
  • Pusuk
  • Buaton
  • Mahulae

Meskipun menggunakan nama yang berbeda-beda, secara adat mereka tetap mengakui diri sebagai bagian dari keluarga besar Nainggolan.

Posisi Nainggolan dalam Toga Lontung

Dalam silsilah "Lontung Si Walu Ama" (Delapan Putra Lontung), Nainggolan berada di posisi keempat. Berikut urutan persaudaraannya:

  1. Sinaga
  2. Situmorang
  3. Pandiangan
  4. Nainggolan
  5. Simatupang
  6. Aritonang
  7. Siregar

Persebaran dan Jati Diri

Selain di Pulau Samosir, keturunan Nainggolan banyak yang merantau ke daerah Uluan, Humbang Hasundutan, hingga ke wilayah Tapanuli Tengah dan penjuru dunia lainnya. Karakter marga Nainggolan sering digambarkan sebagai sosok yang pemberani, memiliki pemikiran yang kritis, namun sangat setia pada ikatan persaudaraan.

Informasi ini dikumpulkan dari berbagai sumber literatur Tarombo dan sejarah lisan suku Batak. Perlu diingat bahwa silsilah dapat memiliki variasi versi di setiap wilayah. Jika terdapat kekeliruan, mohon sampaikan koreksi demi keakuratan sejarah kita bersama.

1
31
partarombo
22 Des
AB
Publik

ANDOR BALIANG

Belum ada deskripsi

1
30
partarombo
17 Nov
OS
Publik

OP. SUGA

Belum ada deskripsi

1
29
partarombo
14 Nov
TS
Publik

TOGA SIPOHOLON

Belum ada deskripsi

1
28
partarombo
17 Nov
S
Publik

SIREGAR

Marga Siregar: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Raja Lontung

Marga Siregar: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Identitas Siampudan Raja Lontung

Menelusuri jejak Marga Siregar, sang putra bungsu yang membawa nama besar dari Muara hingga ke penjuru dunia.

Asal-Usul Marga Siregar

Marga Siregar adalah putra bungsu atau siampudan dari Raja Lontung dan ibunya Si Boru Pareme. Sebagai anak terakhir dari delapan bersaudara, Siregar memiliki kedudukan istimewa dalam struktur adat Toga Lontung. Tanah asal atau Bona Pasogit marga ini berada di wilayah Muara, Tapanuli Utara.

Meskipun berasal dari satu ayah, marga Siregar berkembang menjadi empat kelompok besar yang masing-masing memiliki sejarah dan persebaran yang sangat masif di tanah Batak.

Silsilah Siregar: Empat Keturunan Utama

Leluhur Siregar memiliki empat orang putra yang kemudian menjadi pilar utama marga ini. Dalam bahasa sehari-hari, mereka sering disebut sebagai "Siregar Salapan" (merujuk pada jumlah cucu/cicit), namun intinya berakar pada empat bapak (opat ama):

  • Siregar Silo: Keturunan tertua yang memiliki sejarah kuat di wilayah Muara dan Tapanuli Selatan.
  • Siregar Dongoran: Dikenal memiliki peran penting dalam tatanan sosial dan kepemimpinan adat.
  • Siregar Silali: Keturunan yang menyebar luas dengan berbagai sub-marga di bawahnya.
  • Siregar Siagian: Keturunan bungsu dari garis Siregar yang juga memiliki populasi yang besar.

Posisi Siregar dalam Toga Lontung

Dalam urutan persaudaraan "Lontung Si Walu Ama", Siregar menempati posisi kedelapan atau yang paling muda. Berikut urutan lengkapnya:

  1. Sinaga
  2. Situmorang
  3. Pandiangan
  4. Nainggolan
  5. Simatupang
  6. Aritonang
  7. Siregar

Sebagai siampudan, keturunan Siregar sering kali dianggap sebagai "kesayangan" dalam keluarga besar Lontung, namun tetap memegang tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan kakak-kakaknya.

Persebaran Geografis dan Budaya

Marga Siregar merupakan salah satu marga Batak dengan persebaran paling luas. Sebagian tetap tinggal di wilayah Toba (Muara), namun sebagian besar bermigrasi ke wilayah selatan seperti Sipirok, Angkola, dan Mandailing. Hal ini menyebabkan marga Siregar dapat ditemukan baik dalam identitas Batak Toba maupun Batak Angkola/Mandailing.

Informasi ini disusun berdasarkan berbagai sumber sejarah lisan, buku Tarombo, dan tradisi turun-temurun. Dikarenakan luasnya keturunan marga Siregar, versi silsilah mungkin berbeda di beberapa daerah. Kami sangat menghargai koreksi dan tambahan informasi untuk memperkaya catatan sejarah ini.

1
28
partarombo
22 Des
TA
Publik

TUMANGGU AJI

Belum ada deskripsi

1
27
partarombo
17 Nov
S
Publik

SIMANGUNSONG

Belum ada deskripsi

1
25
partarombo
29 Des
P
Publik

PANDIANGAN

Marga Pandiangan: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Raja Lontung

Marga Pandiangan: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Warisan Uruk Pandiangan

Mengenal lebih dekat identitas Marga Pandiangan, sang penjaga tradisi dari keturunan Raja Lontung.

Asal-Usul Marga Pandiangan

Marga Pandiangan adalah putra ketiga dari Raja Lontung dan ibunya Si Boru Pareme. Secara historis, marga ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan wilayah Uruk Pandiangan yang terletak di Pulau Samosir.

Dalam silsilah Batak, Pandiangan dikenal sebagai marga yang menurunkan beberapa sub-marga besar lainnya. Salah satu keturunan Pandiangan yang sangat terkenal adalah Raja Humirtap, yang kemudian menurunkan marga-marga seperti Solin, Sebayang, dan lainnya di daerah Pakpak dan Karo.

Silsilah Pandiangan dalam Toga Lontung

Pandiangan berada di urutan ketiga dalam persaudaraan Toga Lontung (Lontung Si Walu Ama). Berikut adalah urutan persaudaraan kandungnya:

  • Sinaga
  • Situmorang
  • Pandiangan
  • Nainggolan
  • Simatupang
  • Aritonang
  • Siregar

Penyebaran dan Identitas Marga

Bona Pasogit (kampung halaman) utama marga Pandiangan berada di Palipi, Samosir. Dari wilayah ini, keturunan Pandiangan merantau ke berbagai daerah seperti Dairi, Pakpak Bharat, hingga ke pesisir Sumatera Utara. Karena persebaran ini, marga Pandiangan sering dianggap sebagai "jembatan" persaudaraan antara suku Batak Toba dengan suku Batak Pakpak.

Catatan Penting: Informasi mengenai silsilah dan sejarah ini dihimpun dari berbagai sumber lisan (Turiturian) maupun literatur sejarah Batak. Mengingat adanya variasi dalam setiap penuturan Tarombo, informasi ini bisa saja memiliki perbedaan versi atau ketidakakuratan. Kami sangat terbuka untuk koreksi dan masukan dari para tetua adat atau pembaca yang memiliki referensi lebih valid demi kelengkapan silsilah ini.

1
25
partarombo
22 Des
N
Publik

NAPITUPULU

Belum ada deskripsi

1
21
partarombo
29 Des
M
Publik

MARPAUNG

Belum ada deskripsi

1
21
partarombo
29 Des
P
Publik

PURBA

Belum ada deskripsi

1
21
partarombo
22 Des
M
Publik

MANALU

Belum ada deskripsi

1
21
partarombo
22 Des
S
Publik

SITUMORANG

Marga Situmorang: Sejarah, Silsilah Sipitu Ama, dan Keturunan Raja Lontung

Marga Situmorang: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Legenda Situmorang Sipitu Ama

Menelusuri jejak sejarah marga Situmorang sebagai pilar utama keturunan Raja Lontung di Pulau Samosir.

Asal-Usul Marga Situmorang

Marga Situmorang berasal dari Pulau Samosir, tepatnya di daerah Urat. Dalam silsilah (Tarombo) Batak, Situmorang adalah putra kedua dari Raja Lontung dan ibunya Si Boru Pareme. Sebagai bagian dari kelompok besar Toga Lontung, marga ini memiliki pengaruh sosiologis dan sejarah yang kuat dalam kebudayaan Batak Toba.

Nama Situmorang secara harfiah sering dikaitkan dengan istilah "Si-tumo-orang," namun secara historis, keberadaan mereka terpusat pada kepemimpinan di wilayah Urat dan sekitarnya.

Silsilah Situmorang Sipitu Ama

Salah satu identitas paling khas dari marga ini adalah sebutan Situmorang Sipitu Ama (Situmorang Tujuh Bapak). Hal ini merujuk pada tujuh keturunan utama Situmorang yang membentuk kelompok-kelompok besar. Berikut adalah urutannya:

  1. Situmorang Pande
  2. Situmorang Lumban Nahor
  3. Situmorang Suapa
  4. Situmorang Pangaribuan
  5. Situmorang Lumban Pea
  6. Situmorang Siringoringo
  7. Situmorang Sitohang

Ketujuh keturunan ini tetap bersatu di bawah nama besar Situmorang dan memegang teguh tali persaudaraan yang erat melalui Punguan Sipitu Ama.

Hubungan Persaudaraan dalam Toga Lontung

Sebagai putra kedua, Situmorang merupakan adik dari marga Sinaga dan abang dari marga-marga Lontung lainnya. Berikut adalah urutan persaudaraan kandung marga Situmorang:

  • Sinaga (Abang tertua)
  • Situmorang
  • Pandiangan
  • Nainggolan
  • Simatupang
  • Aritonang
  • Siregar

Bona Pasogit dan Peninggalan Sejarah

Pusat sejarah atau Bona Pasogit marga Situmorang berada di Urat, Pulau Samosir. Di daerah ini, berdiri tugu dan peninggalan leluhur yang menjadi simbol kebesaran marga. Selain di Samosir, populasi marga Situmorang berkembang pesat di daerah Dairi, Humbang Hasundutan, hingga ke wilayah Simalungun dan perantauan di seluruh dunia.

Karakteristik khas keturunan Situmorang sering diidentikkan dengan kemampuan berbicara yang baik (diplomasi), kecintaan pada seni (terutama musik dan sastra), serta kesetiaan yang tinggi terhadap organisasi kekeluargaan.

1
20
partarombo
22 Des
RL
Publik

RAJA LONTUNG

Raja Lontung (Siraja Lontung)

Raja Lontung (Siraja Lontung)

Raja Lontung (atau Siraja Lontung) adalah tokoh legendaris dalam silsilah Batak dan dikenal sebagai leluhur dari banyak marga besar, seperti Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Aritonang, dan Siregar. Ia berasal dari daerah Danau Toba, Samosir.

Raja Lontung adalah anak dari Si Boru Pareme dan harimau pincang (Babiat Sitellpang). Ia memiliki tujuh putra yang kemudian menjadi cikal bakal marga-marga besar Batak. Keturunannya dikenal sebagai pomparan Raja Lontung dan tersebar luas di Sumatera Utara hingga ke berbagai belahan dunia.

Latar Belakang dan Legenda

  • Kelahiran: Lahir di Sabulan, di tepi Danau Toba, dari ibu bernama Siboru Pareme yang menikah dengan Babiat Sitellpang.
  • Nenek Moyang: Merupakan generasi keempat dari Siraja Batak, leluhur seluruh suku Batak.
  • Kepercayaan: Keturunan Raja Lontung percaya bahwa harimau tidak akan mengganggu mereka apabila mereka berseru atau mengaku sebagai keturunan Raja Lontung.

Keturunan (Putra-Putra) Raja Lontung

  • Toga Sinaga
  • Tuan Situmorang
  • Toga Pandiangan
  • Toga Nainggolan
  • Toga Simatupang
  • Toga Aritonang
  • Toga Siregar
1
20
partarombo
22 Des
S
Publik

SIHOMBING

Belum ada deskripsi

1
19
partarombo
22 Des
TS
Publik

TUAN SUMERHAM

Belum ada deskripsi

1
19
partarombo
22 Des
DR
Publik

DEBATA RAJA

Belum ada deskripsi

1
18
partarombo
22 Des
RN
Publik

RAJA NAIAMBATON

Belum ada deskripsi

6
18
partarombo
30 Des
S
Publik

SIMAMORA

Belum ada deskripsi

1
17
partarombo
22 Des
P
Publik

PARDEDE

Belum ada deskripsi

1
17
partarombo
29 Des
KB
Publik

Keluarga Besar Aki Hoesni

Belum ada deskripsi

1
16
Renaldi Permana Putra
4 Jan
PS
Publik

Pandapotan Sinaga

test

2
14
Pandapotan Sinaga
7 Jan
B
Privat

budi

Keluarga privat

2
7
partarombo
8 Jan
PG
Publik

Pulo Gonting

Belum ada deskripsi

0
4
Trisatya
8 Jan