Partarombo Logo - Aplikasi Silsilah KeluargaPartarombo

Platform Terbaik untuk Silsilah Keluarga

Temukan dan jelajahi silsilah keluarga, pohon keluarga, tarombo, silsilah Batak, dan silsilah dari berbagai suku dan budaya. Buat pohon silsilah digital Anda dengan mudah dan gratis.

Tentang Data Tarombo

Data disusun dari berbagai sumber dan kontribusi pengguna. Kami tidak menjamin keakuratan penuh. Bantu kami melengkapi dan memperbaikinya sekarang.

Jelajahi Keluarga

Lihat semua

Keluarga Trending

Lihat Semua β†’
#1

TOGA MARBUN

3195
Marga Marbun: Sejarah Lengkap, Silsilah Tarombo, dan Hubungan Adat

Marga Marbun: Sejarah, Silsilah, dan Warisan Keturunan Raja Naipospos

Panduan lengkap mengenai asal-usul, penyebaran geografi, dan hukum adat Marga Marbun.

Pengantar Marga Marbun

Marga Marbun adalah salah satu marga besar dalam suku Batak Toba yang termasuk dalam rumpun keturunan Raja Naipospos. Marbun merupakan anak bungsu Raja Naipospos dari istri kedua, Boru Pasaribu. Keturunan Marbun dikenal memiliki penyebaran luas, hubungan adat yang kuat, dan beberapa cabang marga yang berkembang menjadi identitas masing-masing.

Asal-usul dan Silsilah Naipospos

Raja Naipospos mempunyai lima putera yang menjadi cikal bakal marga-marga besar: Donda Hopol (Sibagariang), Donda Ujung (Hutauruk), Ujung Tinumpak (Simanungkalit), Jamita Mangaraja (Situmeang), dan Marbun sebagai putra bungsu.

Garis keturunan Marbun kemudian berkembang dan terbagi menjadi beberapa cabang utama yang dikenal hingga saat ini, yaitu:

  • Marbun Lumban Batu
  • Marbun Banjar Nahor
  • Marbun Lumban Gaol

Geografi Awal dan Penyebaran

Leluhur Marbun awalnya bermukim di daerah Bakkara, sebuah wilayah yang dikenal sebagai pusat sejarah dan peradaban Batak. Dari daerah ini, keturunan Marbun menyebar ke berbagai wilayah lain, antara lain:

  • Dataran tinggi Humbang (Dolok Sanggul dan sekitarnya)
  • Tapanuli Utara
  • Sibolga
  • Sumatera Timur

Hubungan Adat dan Padan

Marga Marbun memiliki hubungan adat yang sangat kuat dan sakral yang dikenal sebagai Padan dengan Marga Sihotang. Padan ini berisi ikatan janji leluhur yang melarang pernikahan antar keturunan Marbun dan Sihotang sebagai bentuk penghormatan dan persaudaraan adat.

Polemik Silsilah dan Versi Alternatif

Dalam tradisi Batak, terdapat beberapa versi mengenai urutan kelahiran putera Raja Naipospos. Meski demikian, posisi Marga Marbun sebagai bagian dari rumpun besar Naipospos telah diterima secara luas oleh komunitas adat Batak Toba.

Peranan Keturunan Marbun

Keturunan Marbun dikenal aktif dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari kepemimpinan adat, pendidikan, pelayanan gereja, hingga peran sosial di masyarakat. Nilai kebersamaan dan penghormatan adat tetap dijaga dari generasi ke generasi.

Lihat Tarombo Marbun

Untuk memahami tarombo Marbun atau silsilah Marga Marbun secara lebih lengkap dan visual, Anda dapat mengunjungi tautan berikut:

πŸ‘‰ Lihat Tarombo Marbun di Partarombo.com

Sumber Tradisi

Sejarah dan Tarombo Marbun ini dihimpun berdasarkan:

  • Tarombo keluarga (silsilah tertulis)
  • Tradisi lisan para tetua adat
  • Catatan komunitas Naipospos
  • Dokumentasi sejarah Batak modern

Catatan: Informasi ini disusun dari berbagai sumber sejarah dan tradisi lisan. Karena luasnya keturunan Marga Marbun, perbedaan versi silsilah dapat terjadi di beberapa wilayah. Masukan dan koreksi sangat dihargai demi pelestarian sejarah Batak.

Keluarga Publik
#2

LUMBAN GAOL

2245
Marga Lumban Gaol: Sejarah, Silsilah Marbun, dan Keturunan Naipospos

Marga Lumban Gaol: Sejarah, Tarombo, dan Bagian dari Keluarga Besar Marbun

Mengenal identitas dan silsilah Marga Lumban Gaol dalam struktur adat Batak Toba.

Asal-Usul Marga Lumban Gaol

Lumban Gaol adalah salah satu marga dalam suku Batak Toba yang merupakan keturunan dari Marbun. Dalam urutan silsilah Toga Naipospos, Marbun adalah putra bungsu dari lima bersaudara. Marga Lumban Gaol sendiri berasal dari nama salah satu putra Marbun yang menetap dan berkembang di wilayah tersebut.

Secara historis, marga ini memiliki kaitan erat dengan wilayah Bakara dan Sipoholon, namun kini telah menyebar luas ke seluruh pelosok Nusantara.

Lumban Gaol dalam Silsilah Marbun

Marga Marbun memiliki tiga orang putra yang kemudian menjadi nama marga (sub-marga). Lumban Gaol merupakan putra ketiga (bungsu) dari Marbun. Berikut adalah urutannya:

  1. Lumban Batu
  2. Banjar Nahor
  3. Lumban Gaol

Ketiga marga ini sering disebut sebagai Marbun Bersaudara. Dalam adat, ketiganya dianggap satu darah dan memiliki ikatan persaudaraan yang tidak terpisahkan.

Hubungan dengan Toga Naipospos

Sebagai bagian dari keturunan Marbun, marga Lumban Gaol secara otomatis merupakan bagian dari keluarga besar Toga Naipospos. Berikut adalah urutan persaudaraannya dengan marga lain:

  • Sibagariang (Abang tertua)
  • Hutauruk
  • Simanungkalit
  • Situmeang
  • Marbun (Lumban Gaol)

Sesuai dengan hukum adat Dalihan Na Tolu dan janji leluhur (Padan), marga Lumban Gaol dilarang menikah dengan marga-marga keturunan Naipospos lainnya karena status mereka adalah saudara kandung.

Informasi ini disusun berdasarkan berbagai sumber sejarah lisan, buku Tarombo, dan tradisi turun-temurun. Dikarenakan luasnya keturunan marga lumban gaol, versi silsilah mungkin berbeda di beberapa daerah. Kami sangat menghargai koreksi dan tambahan informasi untuk memperkaya catatan sejarah ini.

Keluarga Publik
#3

RAJA BATAK

2032
Si Raja Batak: Sejarah, Asal-Usul, dan Silsilah Leluhur Suku Batak

Si Raja Batak: Mengenal Sosok Leluhur Pertama Bangsa Batak (Tarombo Batak)

Menelusuri akar sejarah, legenda, dan silsilah agung dari puncak tertinggi budaya Batak.

Asal-Usul Si Raja Batak

Si Raja Batak dipercaya sebagai nenek moyang pertama yang menurunkan seluruh sub-suku Batak (Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola, dan Mandailing). Menurut legenda dan penuturan lisan (Turiturian), Si Raja Batak pertama kali menetap di sebuah desa bernama Sianjur Mulamula, yang terletak di kaki gunung Pusuk Buhit, di pesisir Danau Toba, Sumatera Utara.

Bagi masyarakat Batak, Si Raja Batak bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan simbol persatuan dan identitas budaya yang sangat sakral.

Silsilah (Tarombo) Awal

Dari Si Raja Batak, lahir dua putra utama yang menjadi cikal bakal ribuan marga Batak yang ada saat ini. Berdasarkan Tarombo, kedua putra tersebut adalah:

  • Guru Tatea Bulan: Menurunkan marga-marga yang dikenal kuat dalam bidang spiritual dan adat.
  • Raja Isumbaon: Menurunkan marga-marga yang dikenal sebagai pemimpin pemerintahan dan struktur sosial.

Dari kedua keturunan inilah lahir tokoh-tokoh besar seperti Toga Laut, Toga Raja, hingga akhirnya sampai kepada silsilah Toga Naipospos dan marga-marga lainnya.

Pusuk Buhit: Gunung Suci Bangsa Batak

Gunung Pusuk Buhit di Samosir diyakini sebagai tempat turunnya Si Raja Batak. Hingga kini, tempat ini dianggap suci dan sering dikunjungi oleh para keturunan Batak untuk melakukan ritual penghormatan atau sekadar mengenang sejarah leluhur.

Warisan Budaya Si Raja Batak

Si Raja Batak mewariskan nilai-nilai filosofis yang mendalam, antara lain:

  • Habatahon: Jati diri dan kehormatan sebagai orang Batak.
  • Tarombo: Pentingnya menjaga silsilah agar tidak kehilangan akar sejarah.
  • Poda: Nasihat-nasihat bijak bagi generasi penerus.

Lihat Tarombo Raja Batak

Untuk melihat tarombo Raja Batak atau silsilah Raja Batak secara lengkap dan visual, Anda dapat mengunjungi tautan berikut:

πŸ‘‰ Lihat Tarombo Raja Batak di Partarombo.com

Informasi ini disusun berdasarkan berbagai sumber sejarah lisan, buku Tarombo, dan tradisi turun-temurun. Dikarenakan luasnya keturunan Raja Batak, versi silsilah dapat berbeda di beberapa daerah. Kami sangat menghargai koreksi dan tambahan informasi untuk memperkaya catatan sejarah ini.

Keluarga Publik
#4

SINAGA

1291

Marga Sinaga: Sejarah Lengkap, Silsilah Tarombo, dan Asal-UsulnyaMarga Sinaga: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usul Keturunan Raja Lontung

Panduan lengkap memahami identitas, silsilah, dan persebaran salah satu marga terbesar dalam suku Batak.

Asal-Usul Marga Sinaga

Marga Sinaga adalah salah satu marga tertua dan terbesar dalam suku Batak. Secara silsilah (Tarombo), Sinaga merupakan putra sulung dari Raja Lontung dan ibunya Si Boru Pareme. Raja Lontung sendiri adalah keturunan dari Saribu Raja, cucu dari Guru Tatea Bulan (putra Si Raja Batak).

Marga ini memiliki akar sejarah yang kuat di Uruk Pandiangan, Pulau Samosir, sebelum akhirnya menyebar luas ke daerah Simalungun dan wilayah Nusantara lainnya.

Silsilah Sinaga (Sinaga Toba)

Dalam tradisi Batak Toba, keturunan Sinaga dari Raja Lontung dikenal dengan sebutan Sinaga Bonor. Marga Sinaga terbagi menjadi tiga kelompok besar (Ompu), yang sering disebut sebagai:

  • Sinaga Bonor: Keturunan yang menetap atau berasal dari tanah asal di Samosir.
  • Sinaga Ratus: Kelompok keturunan yang memiliki sejarah kepemimpinan yang kuat.
  • Sinaga Uruk: Keturunan yang mendiami daerah perbukitan/tinggi di Samosir.

Marga Sinaga di Simalungun

Selain di Toba, marga Sinaga merupakan salah satu dari empat marga utama (Catur Sagala) di Simalungun, yang dikenal dengan sebutan Sinaga 20 (Sinaga Duapulu). Di Simalungun, Sinaga memiliki sejarah kerajaan sendiri (Kerajaan Tanah Jawa) dan terbagi menjadi beberapa cabang seperti:

Cabang Marga Sinaga (Simalungun)Wilayah/KarakteristikSinaga PortiKeturunan bangsawan di daerah SimalungunSinaga DadihoyongKeluarga kerajaan Tanah JawaSinaga SiboroHubungan erat dengan marga Siboro

Filosofi dan Karakter Marga Sinaga

Secara etimologi, "Si" adalah kata sandang dan "Naga" melambangkan kekuatan, kemuliaan, dan kebijaksanaan. Keturunan marga Sinaga secara turun-temurun dikenal sebagai pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan (leader), ulet, dan memiliki solidaritas kekeluargaan yang sangat tinggi (sisada anak, sisada boru).

Hubungan Persaudaraan (Toga Lontung)

Sebagai putra sulung Raja Lontung, Sinaga adalah abang tertua dari marga-marga berikut:

  1. Sinaga (Siakkangan/Sulung)
  2. Situmorang
  3. Pandiangan
  4. Nainggolan
  5. Simatupang
  6. Aritonang
  7. Siregar

Karena hubungan saudara kandung ini, dalam adat Batak Toba yang ketat, marga-marga di atas dilarang untuk saling menikahi.


Catatan: Informasi ini disusun dari berbagai sumber sejarah dan tradisi lisan. Perbedaan versi silsilah dapat terjadi di beberapa wilayah. Masukan dan koreksi sangat dihargai demi pelestarian sejarah Batak.

Keluarga Publik
#5

RAJA NAIPOSPOS

1082
Toga Naipospos: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan 5 Putra Pemersatu

Toga Naipospos: Sejarah Lengkap, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usul Marga

Mengenal sosok leluhur agung yang menurunkan marga-marga besar di tanah Batak Toba.

Siapakah Toga Naipospos?

Toga Naipospos adalah salah satu tokoh penting dalam silsilah suku Batak Toba. Beliau dikenal sebagai leluhur yang menurunkan lima putra yang kemudian berkembang menjadi marga-marga besar yang kita kenal saat ini. Pusat sejarah dan pemerintahan adat Toga Naipospos berada di Sipoholon, Tapanuli Utara.

Nama "Naipospos" sendiri merujuk pada identitas kesatuan keturunan yang memegang teguh janji setia (Padan) untuk tetap bersatu meskipun telah berkembang menjadi banyak marga.

Silsilah 5 Putra Toga Naipospos

Berdasarkan penuturan Tarombo yang diyakini secara turun-temurun, Toga Naipospos memiliki lima orang putra dari dua istri. Kelima putra inilah yang menjadi cikal bakal marga-marga Naipospos:

  1. Sibagariang: Putra sulung, pembawa hak kesulungan.
  2. Hutauruk: Putra kedua, pendiri komunitas besar di Sipoholon.
  3. Simanungkalit: Putra ketiga yang dikenal teguh memegang adat.
  4. Situmeang: Putra keempat yang memiliki persebaran keturunan yang luas.
  5. Marbun: Putra bungsu (memiliki 3 sub-marga: Lumban Batu, Banjar Nahor, dan Lumban Gaol).

Bona Pasogit: Sipoholon

Wilayah Sipoholon di Tapanuli Utara diakui sebagai Bona Pasogit atau kampung halaman asal bagi seluruh keturunan Toga Naipospos. Di tempat ini terdapat berbagai peninggalan sejarah dan tugu peringatan yang menjadi simbol persatuan bagi para keturunannya yang kini tersebar di seluruh dunia.

Hukum Adat dan Padan (Sumpah Setia)

Salah satu keunikan keturunan Toga Naipospos adalah adanya Padan atau sumpah setia antar saudara. Berdasarkan hukum adat ini:

  • Seluruh keturunan dari kelima putra Naipospos dilarang untuk saling menikahi (Subang/Pantang).
  • Mereka dianggap sebagai saudara kandung satu darah (sisada anak, sisada boru).
  • Menjaga solidaritas dan saling menolong dalam suka maupun duka.
Keluarga Publik
#6

RAJA LONTUNG

1062
Raja Lontung (Siraja Lontung)

Raja Lontung (Siraja Lontung)

Raja Lontung (atau Siraja Lontung) adalah tokoh legendaris dalam silsilah Batak dan dikenal sebagai leluhur dari banyak marga besar, seperti Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Aritonang, dan Siregar. Ia berasal dari daerah Danau Toba, Samosir.

Raja Lontung adalah anak dari Si Boru Pareme dan harimau pincang (Babiat Sitellpang). Ia memiliki tujuh putra yang kemudian menjadi cikal bakal marga-marga besar Batak. Keturunannya dikenal sebagai pomparan Raja Lontung dan tersebar luas di Sumatera Utara hingga ke berbagai belahan dunia.

Latar Belakang dan Legenda

  • Kelahiran: Lahir di Sabulan, di tepi Danau Toba, dari ibu bernama Siboru Pareme yang menikah dengan Babiat Sitellpang.
  • Nenek Moyang: Merupakan generasi keempat dari Siraja Batak, leluhur seluruh suku Batak.
  • Kepercayaan: Keturunan Raja Lontung percaya bahwa harimau tidak akan mengganggu mereka apabila mereka berseru atau mengaku sebagai keturunan Raja Lontung.

Keturunan (Putra-Putra) Raja Lontung

  • Toga Sinaga
  • Tuan Situmorang
  • Toga Pandiangan
  • Toga Nainggolan
  • Toga Simatupang
  • Toga Aritonang
  • Toga Siregar
Keluarga Publik
#7

SITUMEANG

1030
Marga Situmeang: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usulnya

Marga Situmeang: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usul Keturunan Naipospos

Mengenal lebih dalam identitas salah satu marga besar dalam suku Batak Toba.

Asal-Usul Marga Situmeang

Situmeang adalah salah satu marga dari suku Batak Toba yang berasal dari daerah Sipoholon, Tapanuli Utara. Marga ini merupakan keturunan dari Ompu Raja Ishak, yang lebih dikenal dengan gelar Jamita Mada.

Dalam struktur adat Batak, Situmeang adalah bagian dari kelompok besar keturunan Toga Naipospos. Bersama saudara-saudaranya yang lain, marga ini menjaga tradisi persaudaraan yang sangat kuat hingga saat ini.

Silsilah (Tarombo) dan Saudara Serumah

Berdasarkan silsilah atau Tarombo, Situmeang merupakan putra keempat dari Naipospos. Berikut adalah urutan persaudaraan marga Situmeang dalam lingkup Naipospos:

  • Sibagariang
  • Hutauruk
  • Simanungkalit
  • Situmeang
  • Marbun (Lumban Batu, Banjar Nahor, Lumban Gaol)

Karena ikatan darah yang sangat dekat, secara hukum adat Batak, marga Situmeang dilarang (subang) melakukan pernikahan dengan marga-marga yang masih dalam satu garis keturunan Naipospos tersebut.

Bona Pasogit: Sipoholon

Tanah kelahiran atau Bona Pasogit marga Situmeang terletak di Sipoholon, sebuah wilayah yang subur di Tapanuli Utara yang juga terkenal dengan pemandian air panas alaminya. Meskipun kini keturunan Situmeang telah merantau ke seluruh penjuru dunia, ikatan batin terhadap Sipoholon tetap terjaga melalui berbagai organisasi marga.

Kesimpulan: Marga Situmeang adalah bagian integral dari identitas suku Batak Toba yang memegang teguh nilai persaudaraan dan sejarah leluhur Naipospos.


Keluarga Publik
#8

SIREGAR

932
Marga Siregar: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Raja Lontung

Marga Siregar: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Identitas Siampudan Raja Lontung

Menelusuri jejak Marga Siregar, sang putra bungsu yang membawa nama besar dari Muara hingga ke penjuru dunia.

Asal-Usul Marga Siregar

Marga Siregar adalah putra bungsu atau siampudan dari Raja Lontung dan ibunya Si Boru Pareme. Sebagai anak terakhir dari delapan bersaudara, Siregar memiliki kedudukan istimewa dalam struktur adat Toga Lontung. Tanah asal atau Bona Pasogit marga ini berada di wilayah Muara, Tapanuli Utara.

Meskipun berasal dari satu ayah, marga Siregar berkembang menjadi empat kelompok besar yang masing-masing memiliki sejarah dan persebaran yang sangat masif di tanah Batak.

Silsilah Siregar: Empat Keturunan Utama

Leluhur Siregar memiliki empat orang putra yang kemudian menjadi pilar utama marga ini. Dalam bahasa sehari-hari, mereka sering disebut sebagai "Siregar Salapan" (merujuk pada jumlah cucu/cicit), namun intinya berakar pada empat bapak (opat ama):

  • Siregar Silo: Keturunan tertua yang memiliki sejarah kuat di wilayah Muara dan Tapanuli Selatan.
  • Siregar Dongoran: Dikenal memiliki peran penting dalam tatanan sosial dan kepemimpinan adat.
  • Siregar Silali: Keturunan yang menyebar luas dengan berbagai sub-marga di bawahnya.
  • Siregar Siagian: Keturunan bungsu dari garis Siregar yang juga memiliki populasi yang besar.

Posisi Siregar dalam Toga Lontung

Dalam urutan persaudaraan "Lontung Si Walu Ama", Siregar menempati posisi kedelapan atau yang paling muda. Berikut urutan lengkapnya:

  1. Sinaga
  2. Situmorang
  3. Pandiangan
  4. Nainggolan
  5. Simatupang
  6. Aritonang
  7. Siregar

Sebagai siampudan, keturunan Siregar sering kali dianggap sebagai "kesayangan" dalam keluarga besar Lontung, namun tetap memegang tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan kakak-kakaknya.

Persebaran Geografis dan Budaya

Marga Siregar merupakan salah satu marga Batak dengan persebaran paling luas. Sebagian tetap tinggal di wilayah Toba (Muara), namun sebagian besar bermigrasi ke wilayah selatan seperti Sipirok, Angkola, dan Mandailing. Hal ini menyebabkan marga Siregar dapat ditemukan baik dalam identitas Batak Toba maupun Batak Angkola/Mandailing.

Informasi ini disusun berdasarkan berbagai sumber sejarah lisan, buku Tarombo, dan tradisi turun-temurun. Dikarenakan luasnya keturunan marga Siregar, versi silsilah mungkin berbeda di beberapa daerah. Kami sangat menghargai koreksi dan tambahan informasi untuk memperkaya catatan sejarah ini.

Keluarga Publik
#9

SIBAGARIANG

922

Marga Sibagariang: Sejarah, Tarombo, dan Putra Sulung NaiposposMarga Sibagariang: Sejarah, Tarombo, dan Peran sebagai Anak Sulung Toga Naipospos

Menelusuri warisan dan jati diri marga tertua dalam silsilah Toga Naipospos.

Asal-Usul Marga Sibagariang

Sibagariang adalah salah satu marga dalam suku Batak Toba yang mendiami wilayah Sipoholon, Tapanuli Utara. Marga ini memegang posisi istimewa dalam struktur silsilah karena merupakan keturunan dari putra sulung Toga Naipospos.

Leluhur marga ini dikenal dengan nama Ompu Raja Hutagariang. Sebagai anak pertama, marga Sibagariang sering kali dianggap sebagai "pengayom" dalam urusan adat di lingkungan keluarga besar Naipospos.

Posisi dalam Tarombo Naipospos

Dalam sistem kekerabatan Batak, urutan kelahiran sangat menentukan posisi adat. Sibagariang adalah yang tertua dari lima bersaudara putra Naipospos:

  • Sibagariang (Siakkangan/Sulung)
  • Hutauruk
  • Simanungkalit
  • Situmeang
  • Marbun

Karena hubungan darah yang sangat dekat sebagai saudara sekandung (sisada ama, sisada ina), keturunan Sibagariang memiliki ikatan Padan yang kuat dengan keempat marga adiknya, sehingga tidak diperbolehkan untuk saling menikahi.

Identitas dan Karakter Marga

Meskipun jumlah populasi marga Sibagariang mungkin tidak sebanyak beberapa marga adiknya, namun eksistensi mereka sangat dihormati, terutama dalam upacara adat yang melibatkan seluruh keturunan Naipospos. Di daerah Sipoholon, jejak sejarah Sibagariang terjaga dengan baik melalui peninggalan-peninggalan sejarah dan penuturan lisan para orang tua.

Bona Pasogit: Pusat Sejarah di Sipoholon

Sama seperti saudara-saudaranya, Bona Pasogit (kampung halaman) marga Sibagariang berpusat di Sipoholon. Wilayah ini menjadi titik kumpul utama dalam acara-acara besar, seperti peresmian tugu atau pesta bona taon yang memperkuat solidaritas antar generasi.

Kesimpulan: Marga Sibagariang membawa martabat sebagai putra sulung dalam keluarga besar Naipospos, menjaga tradisi Batak dengan teguh di bawah panji persaudaraan yang rukun.


Catatan: Informasi ini disusun dari berbagai sumber sejarah dan tradisi lisan. Perbedaan versi silsilah dapat terjadi di beberapa wilayah. Masukan dan koreksi sangat dihargai demi pelestarian sejarah Batak. Untuk informasi yang belum sesuai bisa kita diskusikan di fitur komunitas.

Keluarga Publik

Postingan Trending

Lihat Semua β†’

Ingin Membuat Silsilah Keluarga Anda?

Daftar sekarang dan mulai membuat silsilah keluarga Anda sendiri. Gratis dan mudah digunakan!

Platform Terbaik untuk Silsilah Keluarga, Tarombo, dan Silsilah Batak

Partarombo adalah platform terdepan untuk membuat dan menjelajahi silsilah keluarga, pohon keluarga, dan tarombo. Khusus untuk silsilah Batak, platform ini mendukung semua marga Batak dan berbagai suku lainnya di Indonesia.

Dengan Partarombo, Anda dapat membuat pohon keluarga digital yang lengkap, melacak tarombo keluarga Anda, dan menjelajahi silsilah Batak dari berbagai marga. Platform ini juga mendukung silsilah dari suku dan budaya lainnya di Indonesia.

Silsilah Batak & Tarombo

Buat tarombo digital untuk semua marga Batak dan berbagai suku lainnya. Platform terbaik untuk silsilah Batak dan silsilah dari berbagai budaya.

Pohon Keluarga Digital

Buat pohon keluarga yang interaktif dan visual. Kelola silsilah keluarga dengan mudah dan bagikan dengan anggota keluarga.

Panduan Lengkap

Pelajari cara membuat pohon keluarga langkah demi langkah. Gratis dan mudah!

Baca Panduan
92
Total Keluarga
31.399
Total Dilihat
100%
Gratis